Jumat, 19 Februari 2016


Prof. Jimly Asshiddiqie

Ogan Komering Ulu – Prof. Jimly Asshiddiqie menyatakan pemekaran daerah harus disertai dengan rencana atau desain pengembangan untuk jangka panjang. Sebab dengan daerah yang masih baru maka akan lebih mudah untuk mengarahkan atau membentuk masyarakatnya seperti ketika Rasulullah SAW mulai membangun Madinah saat baru hijrah.
“Karena sudah dikembangkan maka harus dibuat desain atau rencana pengembangan jangka panjang. Maka tidak ada salahnya bagi Camat Kedaton Peninjauan Raya untuk mencontoh apa yang Rasulullah lakukan ketika membangun Madinah setelah melakukan hijrah,” ujarnya.
Hal itu disampaikan oleh Prof. Jimly pada sambutan dalam rangka Peresmian Kawasan Himbe Kermanas Menjadi Kawasan Pusat Pembangunan Kecamatan Kedaton Peninjauan Raya di Kedaton Sumatera Selatan, Jum’at (19/2/2016). Lebih lanjut dijelaskan bahwa ketika Rasulullah tiba di Madinah setelah hijrah yang pertama kali dilakukan ialah membangun desa dengan fondasi masyarakat madani. Setelahnya baru terbentuk Kota Madinah yang kemudian berkembang menjadi Negara Madinah yang maju dan pesat.
Berdasarkan apa yang telah dicontohkan Rasulullah SAW tersebut maka kedepannya diharapkan Kedaton tidak hanya mampu memberikan kontribusi bukan hanya bagi Sumatera Selatan tapi juga bagi Indonesia secara umum. Oleh karena itu untuk mencapai tujuan tersebut hendaknya pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) jangan sampai dilewatkan, salah satu caranya melalui pendidikan.
“Pembangunan juga jangan sampai dilupakan karena melalui pendidikan, baik itu pendidikan formal maupun agama, sehingga nantinya masyarakat tidak akan tertinggal dan yang dibangun bukan hanya Kedaton saja tapi juga Indonesia,” terang pria yang menjabat sebagai Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).
Menurut Prof Jimly, jika melihat sejarah tidak mengherankan jika Kedaton sekarang menjadi sebuah kecamatan, sebab ketika jaman Kerajaan Sriwijaya di masa lampau Kedaton pernah menjadi desa terbesar dengan penduduk yang berjumlah delapan ribu jiwa. Sehingga wajar apabila Kedaton menjadi pusat pertumbuhan, selain jumlah penduduk yang cukup banyak juga ditunjang dengan cakupan daerah yang luas serta pertumbuhan ekonomi yang bagus ketika itu.
Maka dari itu melalui sumber daya yang tersedia, Prof Jimly selaku tokoh masyarakat Kedaton, juga berharap visi pembangunan Kedaton ke depan adalah menjadi kota yang berwawasan lingkungan. Sebab hingga saat ini hanya Kedaton saja satu-satunya daerah di Sumatera Selatan yang masih memiliki himbe atau hutan yang cukup luas sehingga harus di jaga dan dimanfaatkan untuk kebaikan masyarakat Kedaton.
“Melalui peresmian Kecamatan Kedaton ini, saya juga berpesan agar pembangunan yang dilakukan berwawasan lingkungan. Karena lingkungan himbe atau hutan di Kedaton ini cukup luas dengan jumlah sekitar 300 hektar dan satu-satunya daerah yang masih memiliki hutan seluas ini hanya Kedaton sehingga harus dijaga jangan sampai ada kebakaran hutan apalagi penyalahgunaan,” imbuh Prof Jimly.
Dalam acara persemian tersebut, Prof Jimly juga turut membubuhkan tanda tangan pada prasasti peresmian Kawasan Himbe Kermanas Desa Kedaton menjadi Pusat Pembangunan Kecamatan Kedaton Peninjauan Raya. Hadir dalam kesempatan antara lain, Bupati Ogan Komering Ulu H. Kuryana Aziz, Ketua KPU Prov. Sumatera Selatan Aspahani, Camat Kecamatan Kedaton Yoyin Arifianto serta segenap tokoh dan warga masyarakat Kecamatan Kedaton. 

1 komentar:

  1. Berita menarik.

    Apalagi ada pernyataan yang membanggakan dari Prof. Jimly.

    Mohon info sumber sejarah Kedaton era Sriwijaya yang dirujuk oleh Prof. Jimly tersebut.

    Semoga berkenan.

    Salam

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.

BERITA TERBARU

Followers

Popular Posts

IKLAN

Pasang iklan disini

Our Facebook Page