Sabtu, 20 Februari 2016

OKU, INDIKASI News -- Masyarakat oku patut berbangga atas di resmikannya kawasan himbe (Hutan Rimba Belantara),desa kedaton kecamatan kedaton.
Bupati OKU yang baru dilantik Kuryana Azis peninjauan raya yang akan di jadikan sebagai pusat pembangunan,dalam sambutannya beliau berkata dan mengajak seluruh masyarakat OKU, khususnya warga dan perangkat desa mulai dari rt,rw,kades,dan camat kedaton peninjauan raya untuk bahu membahu membangun kedaton. Katanya.
- See more at: http://www.indikasinews.com/2016/02/oku-indikasi-news-masyarakat-oku-patut.html#sthash.f35oXLDz.dpuf

Bupati Ogan Komring Ulu (H. Kuryana Aziz)

peninjauan raya ini dalam acara peresmian kawasan himbe dihadiri juga Prof. dr Jimli Asidiqi, beliau adalah putra asli kedaton yang pada saat ini menjadi ketua DKPP di Jakarta.

Dalam sambutannya Jimli Asidiqi mengucapkan terima kasih kepada Bupati OKU Kuryana Azis yang baru-baru ini di lantik yang sudah menjadikan kedaton peninjayan raya ini sebagai lawatan pertamanya. Ungkapnya.

Acara yang di laksanakan dengan meriah dan tertib tersebut di laksanakan di halaman kantor kecamatan peninjauan raya yang di hadiri seluruh SKPD Kab Oku diantaranya Ulia Mahdi, Wibisono, Darmawan Irianto, Subhan,dan para camat se-Oku serta para kepala desa se-kecamatan kedaton peninjauan raya dan masyarakat. Jumat (19/2/16).

Jumat, 19 Februari 2016


Prof. Jimly Asshiddiqie

Ogan Komering Ulu – Prof. Jimly Asshiddiqie menyatakan pemekaran daerah harus disertai dengan rencana atau desain pengembangan untuk jangka panjang. Sebab dengan daerah yang masih baru maka akan lebih mudah untuk mengarahkan atau membentuk masyarakatnya seperti ketika Rasulullah SAW mulai membangun Madinah saat baru hijrah.
“Karena sudah dikembangkan maka harus dibuat desain atau rencana pengembangan jangka panjang. Maka tidak ada salahnya bagi Camat Kedaton Peninjauan Raya untuk mencontoh apa yang Rasulullah lakukan ketika membangun Madinah setelah melakukan hijrah,” ujarnya.
Hal itu disampaikan oleh Prof. Jimly pada sambutan dalam rangka Peresmian Kawasan Himbe Kermanas Menjadi Kawasan Pusat Pembangunan Kecamatan Kedaton Peninjauan Raya di Kedaton Sumatera Selatan, Jum’at (19/2/2016). Lebih lanjut dijelaskan bahwa ketika Rasulullah tiba di Madinah setelah hijrah yang pertama kali dilakukan ialah membangun desa dengan fondasi masyarakat madani. Setelahnya baru terbentuk Kota Madinah yang kemudian berkembang menjadi Negara Madinah yang maju dan pesat.
Berdasarkan apa yang telah dicontohkan Rasulullah SAW tersebut maka kedepannya diharapkan Kedaton tidak hanya mampu memberikan kontribusi bukan hanya bagi Sumatera Selatan tapi juga bagi Indonesia secara umum. Oleh karena itu untuk mencapai tujuan tersebut hendaknya pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) jangan sampai dilewatkan, salah satu caranya melalui pendidikan.
“Pembangunan juga jangan sampai dilupakan karena melalui pendidikan, baik itu pendidikan formal maupun agama, sehingga nantinya masyarakat tidak akan tertinggal dan yang dibangun bukan hanya Kedaton saja tapi juga Indonesia,” terang pria yang menjabat sebagai Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).
Menurut Prof Jimly, jika melihat sejarah tidak mengherankan jika Kedaton sekarang menjadi sebuah kecamatan, sebab ketika jaman Kerajaan Sriwijaya di masa lampau Kedaton pernah menjadi desa terbesar dengan penduduk yang berjumlah delapan ribu jiwa. Sehingga wajar apabila Kedaton menjadi pusat pertumbuhan, selain jumlah penduduk yang cukup banyak juga ditunjang dengan cakupan daerah yang luas serta pertumbuhan ekonomi yang bagus ketika itu.
Maka dari itu melalui sumber daya yang tersedia, Prof Jimly selaku tokoh masyarakat Kedaton, juga berharap visi pembangunan Kedaton ke depan adalah menjadi kota yang berwawasan lingkungan. Sebab hingga saat ini hanya Kedaton saja satu-satunya daerah di Sumatera Selatan yang masih memiliki himbe atau hutan yang cukup luas sehingga harus di jaga dan dimanfaatkan untuk kebaikan masyarakat Kedaton.
“Melalui peresmian Kecamatan Kedaton ini, saya juga berpesan agar pembangunan yang dilakukan berwawasan lingkungan. Karena lingkungan himbe atau hutan di Kedaton ini cukup luas dengan jumlah sekitar 300 hektar dan satu-satunya daerah yang masih memiliki hutan seluas ini hanya Kedaton sehingga harus dijaga jangan sampai ada kebakaran hutan apalagi penyalahgunaan,” imbuh Prof Jimly.
Dalam acara persemian tersebut, Prof Jimly juga turut membubuhkan tanda tangan pada prasasti peresmian Kawasan Himbe Kermanas Desa Kedaton menjadi Pusat Pembangunan Kecamatan Kedaton Peninjauan Raya. Hadir dalam kesempatan antara lain, Bupati Ogan Komering Ulu H. Kuryana Aziz, Ketua KPU Prov. Sumatera Selatan Aspahani, Camat Kecamatan Kedaton Yoyin Arifianto serta segenap tokoh dan warga masyarakat Kecamatan Kedaton. 
Baturaja – Dua hari
setelah pelantikan sebagai Bupati Ogan Komering ULU (OKU) Drs.H Kuryana Azis resmikan Kawasan Pusat Pembangunan dan Perkantoran Kecamatan Kedaton Peninjuan Raya yang terletak di “himbe” (Rimba) Kermanas Desa Kedaton Kecamatan Kedaton Peraya Kanbupaten OKU Sumatera Selatan pada Jum’at (19/2).
Acara peresmian tersebut di hadiri oleh tokoh Nas20160219_101114ional Prof.Dr.Jimli Asshiddiqie,SH.MA yang saat ini menjabat sebagai Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Republik Indonesia. Yang merupakan putra daerah asal Desa Kedaton.
Menurut H.Nurdin,AR. Sejarah himbe Kermanas adalah hutan desa yang di bangun oleh Depati  Aguscik pada waktu itu, melestarikan kekayaan alam, seperti kayu. Yang nantinya di peruntukan bagi masyarakat Kedaton.
“Luasnya lebih kurang sekitar 300 hektare yang saat ini masih tetap sebagai kawasan hutan masyarakat Kedaton, yang memang tidak pernah di jadikan lahan perkebunan,” kata H.Nurdin,AR selaku tokoh masyarakat Kedaton.
Atas nama masyarakat Kecamatan Kedaton H Nurdin sangat berterima kasih atas kehadiran Bupati OKU Drs H Kuryana Azis, dan Ketua DKPP Jimli Asshiddiqie untuk meresmikan Himbe Kermanas menjadi kawasan pembangunan Kecamatan Kedaton Peninjauan Raya.
20160219_105029
“Terima kasih kepada semua para undangan yang hadir, terutama kepada bapak Jimli Asshiddiqie, yang merupakan putra Kedaton yang berkenan hadir juga bapak Kuryana Azis, sebagai Bupati OKU untuk meresmikan penggunaan kawasan hutan desa Kedaton sebagai pusat pembangunan” ucapnya.
Bupati OKU H Kuryana Azis dalam sambutannya merasa bangga dengan Desa Kedaton, yang masih memiliki aset berupa hutan desa yang luas, yang sangat menunjang pembangunan kecamatan yang baru lahir.
“Sebagai Bupati saya merasa bangga, karena dari 157 desa dan kelurahan di Kabupaten OKU hanya Desa Kedaton yang masih memiliki hutan desa yang luasnya lebih dari 300 hektare,”Ungkap Kuryana.
Kuryana juga memuji para tokoh Nasional asal Kedaton yang telah banyak berbuat untuk memekarkan Kedaton menjadi Kecamatan 20160219_101712baru.
“Cita – cita  untuk menjadikan Kedaton sebagai kecamatan sudah sejak 1992. Namun sebelumnya masih banyak hambatan sehingga tertunda, sampai tahun 2015 baru terbentuk, ini semua berkat bantuan dan peran serta Pak Jimli sebagai tokoh Nasional asal Kedaton, alhamdulillah Kecamatan Kedaton terbentuk.”jelasnya,.
Masih kata Kuryana, untuk di ketahui tahun 2016 ini akan dibangun kantor camat,  puskesmas, rumah dinas camat, dan berharap semua masyarakat dapat mendukung  penuh pembangunan ini.
“Di kesempatan yang baik ini,  untuk membangun daerah tidak cukup mengandalkan APBD saja, oleh karenanya, berharap kepada tokoh Nasional asal Kedaton untuk dapat membantu Pemkab OKU menyerap anggaran dari Pusat, “harap Kuryana.
Selanjutnya Kuryana mengucapkan terima kasih atas dukungan masyarakat Kecamatan Kedaton yang mendukung sehingga terpilihnya beliau menjadi Bupati.
“Atas nama pribadi saya dan pasangan saya Johan Anuar, mengucapkan banyak rerima kasih atas dukungannya, dan memohon maaf tidak dapat mengundang satu persatu saat pelantikan,” ujar Kuryana.
????????????????????????????????????
Sementara ituKetua DKPP Republik lndonesia Jimli Asshiddiqie sebagai tokoh Nasional asal Kedaton bangga dengan warga Kedaton yang mampu merawat dan melestarikan  “Himbe Kermanas” (Rimba Kermanas red) hingga saat ini masih utuh.
“Suatu kebanggaan bagi kita semua, dengan adanya Rimba Kremanas ini semoga Kecamatan Kedaton Peraya yang baru lahir akan cepat berkembang, lahan untuk pembangunan perkantoran sudah lebih dari cukup,”kata Jimli yang berkesempatan hadir dalam acara Silahturahmi sekaligus peresmian Himbe Kermanas sebagai Kawasan Pembangunan.
Menyinggung soal nama Kecamatan Kedaton Peninjauan Raya, dirinya mengajak masyarakat Kedaton untuk tidak mempersoalkan.
“Nggak usah di persoalkan nama Kecamatan yang sudah ada sekarang,  kalau saya mengartikannya, Kecamatan Peninjauan adalah bagian dari Kecamatan Kedaton Peninjauan Raya,”seraya menambahkan, seperti tercatat dalam sejarah bahwa Desa Kedaton merupakan desa yang penduduk terbanyak di masa Kerajaan Sriwijaya sekaligus menjadi pusat Pemerintahan.”tambahnya.
Diharapkan dalam membangun dan mengembangkan  kecamatan jangka panjang. Kedaton harus optimis akan menjadi pusat peradaban barDSC_1077u.
Dimulai dengn membangun desa yang madani Desa untuk menjadi kota yang di contoh masyarakat luas. Seperti yang di contohlah Rosulullah dalam sejarah,  13 kepala suku, adalah koonstitusi pertama yang tertulis, di tandatangani oleh nabi Muhammad.
“Karena Desa Kedaton adalah pusat peradaban dimasa kerajaan Sriwijaya, maka dalam mengembangkan pembangunan berfikir lah yang besar,  untuk kemajuan,”pesan Jimli.
Lebih jauh Jimli memaparkan, setiap warga negara wajib memelihara hutan, karena hutan adalah pusat oksigen dunia. Membangun Kota berawawasan lingkungan, sudah barang tentu,  kemajuan suatu bangsa adalah  membangun  sumber daya manusianya terlebih dahulu.
“Mungkin Provinsi Sumsel, hanya di Kedaton yang memiliki hutan desa seluas 300 hektare,  nanti kita daftarkan untuk mendapatkan Rekor Muri,”pungkasnya.
Dalam acara tersebut, Bupati OKU Drs H Kuryana Azis dan Jimli Asshiddiqie menandatangani prasasti, sebagai tanda diresmikan Kawasan Himbe Kremanas sebagai pusat Pembangunan Kecamatan Kedaton Peninjauan Raya.

Rabu, 12 Agustus 2015

Rapat Panitia khusus (Pansus) 1 DPRD OKU bersama tim pemekaran kecamatan Kedaton di ruang anggaran DPRD OKU (11/8)
BATURAJA - Terkait adanya aspirasi masyarakat dari 8 Desa yang ada di Kecamatan Peninjauan untuk memekarkan diri menjadi Kecamatan Kedaton disambut oleh DPRD OKU agar rencana tersebut harus segera direalisasikan, bahkan rencana pemekaran tersebut merupakan sebuah harga mati yang harus dilaksanakan segera tanpa harus ditunda-tunda.
Melalui rapat Panitia khusus (Pansus) 1 DPRD OKU bersama tim pemekaran kecamatan Kedaton, sejumlah tokoh masyarakat, perangkat desa dari 8 desa yang berancana memekarkan diri, serta dihadiri juga oleh Asisten Pemerintahan Setda OKU, Mirdaili SSTP MSi, Camat Peninjauan Feri Iswan AP MSi. Selasa (11/8) di ruang anggaran DPRD OKU.
Rapat Pansus 1 DPRD OKU dalam pembahasan rencana Peraturan Daerah (Raperda) terkait pemekaran Kecamatan Kedaton, Pansus1 melalui Juru Bicaranya, Irsan menegaskan bahwa Raperda tentang pemekaran Kecamatan Kedaton merupakan harga mati yang harus segera dilaksanakan.
“Pemekaran Kecamatan Kedaton ini merupakan suatu harga mati bagi kami untuk segera dilaksanakan dan tidak boleh ditunda-tunda, dan kami sudah berupaya serta berusaha untuk mengikuti aspirasi masyarakat sebagai upaya pemekaran Kecamatan Kedaton,” tegasnya dimuka rapat.
Ditambahkan Irsan, upaya pihaknya dalam merealisasikan Raperda tersebut murni untuk kepentingan masyarakat bagi 8 desa diantaranya, Desa Kedaton, Bunglai, Kedaton timur, Kampai, Rantau panjang, suka pindah, lubuk kemiling, dan Desa sinar kedaton yang akan dimekarkan menjadi Kecamatan Kedaton.
“Pemekaran ini tidak ada kepentingan bagi kami, ini murni keinginan dari masyarakat agar ke 8 desa ini dimekarkan menjadi wilayah Kecamatan Kedaton,” katanya.
Sementara itu, ketua tim pemekaran Kecamatan Kedaton. Win Fauzi mengatakan bahwa usulan pemekaran Kecamatan Kedaton sudah digalakkan sejak tahun 2012 yang lalu, namun usulan terbit baru disampaikan ke DPRD OKU di tahun 2014 lalu.
“Semua persyaratan untuk memekarkan Kecamatan Kedaton ini sudah siap dan lengkap secara administrasi tidak ada lagi hambatan, tinggal menunggu pengesahan Perdanya,” jelasnya mengatakan bahwa jumlah penduduk Kecamatan Kedaton dari 8 Desa sebanyak 15.195 jiwa, dengan luas wilayah 326 KM Persegi.

Senin, 06 Juli 2015

Peta

BATURAJA – Ibukota Kecamatan Peninjauan Kabupaten Ogan Komering Ulu kembali melahirkan Kecamatan baru,setelah tahun 2003 melahirkan Kecamatan Sinar Peninjauan,kini bakal lahir lagi dari Induknya Kecamatan Kedaton.Rencana lahirnya Kecamatan Kedaton hasil Pemekaaran Kecamatan Peninjauan hampir di pastikan  mendapat restu dari Kemeterian Dalam Negeri Republik Indonesia,yang dalam waktu dekat akan menurunkan tim kelokasi.
Bupati OKU Drs H Kuryana Azis dalam kunjungan Safari Ramadhan sekaligus memperingati Nuzulul Qur’an di Masjid Al Ikhlas Desa Bunglai Kecamatan Peninjauan OKU Jumat (3/7).kemarin secara tegas mengatakan jika Kementerian Dalam Negeri sudah merestui pemekaran kecamatan Kedaton. “Saya sudah merimanya surat pemberitahuan dari Kemendagri beberapa waktu lalu, karenaitu Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) OKU secepatnya akan membahas dan mempersiapkan penetapan pemekaran Kecamatan Kedaton ” terang Kuryana dihadapan ratusan jemaah yang langsung bersorak gembira.
Jika berdasarkan usulan Panitia yang disampikan ke Kemendagri,Kecamatan Kedaton akan memikiki 8 Desa dengan menetapkan Desa Kedaton sebagai ibu kota Kecamatan. Desa yang akan menjadi wilayahnya itumdi antaranya Desa Kedaton,Kedaton Timur,Sinar Kedaton,Sukapindah,Lubuk Kemiling dan Bunglai. “Segala hal menyangkut pemekaran itu sudah dipersiapkan. Alhamdulillah seluruh syarat menyangkut pemekaran wilyah baru ini sudah dilersialkan secara matang. Tinggal menunggu kunjungan tim dari Kemendagri saja” kata Kuryana.
Kerua Tim Pemrakarsa Pemekaran Kecamatan Peninjauan Win Fauzi di dampingi sekretaris Marwan, mengaku pihaknya juga sudah mendapat kabar baik tentang rencana lahirnya Kecamata. Kedaton  melalui Pemkab OKU.
“Tadi kita dihubungi Pemkab OKU, Informasi yang kami terima dalam waktu dekat tim dari Kemendagri akan turun ke lapangan, untuk mengecek kelengkapan persyaratan diantaranya lahan untuk perkantoran, berikut  data – data lain, kalau tidak salah tanggal (8/7) mendatang tim sudah kelokasi,” katanya. (adi)

Rabu, 12 November 2014

Team Kabar Seraton Jakarta

Luar biasa responsifnya Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU). Usulan masyarakat untuk pembentukan Kecamatan Kedaton sudah dibahas, tinggal menunggu jawaban Bupati OKU hari ini, Rabu (12/11).

Hal itu diungkapkan oleh Anggota DPRD Kabupaten OKU Effendi Iskandar dalam akun Facebooknya kemarin. Menurutnya, Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah menyampaikan itu dalam Pandangan Umum kemarin. Tidak hanya Pembentukan Kecamatan Kedaton, Pembangunan Jalan Desa Lubuk Batang-Desa Sukapindah juga dibahas. 

"Pembentukan kecamatan kedaton & pembangunan jln lbk batang sukapindah telah masuk dlm pandangan umum fraksi PKS... Kita tunggu jawaban bupati oku besok....," tulisnya di akun Effendi Iskandar.

Sebelumnya diberitakan, sejak tahun 2012, usulan menjadikan Desa Kedaton di Kecamatan Peninjauan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), sudah disampaikan. Namun hingga kini belum ada realisasinya. Sementara desakan warga untuk itu kian menguat belakangan ini.

"Kami sudah bicara dengan anggota Dewan yang dulu kami pilih dan dukung penuh, tapi tampaknya tidak ada respon positif. Mestinya, kami ini diajari dan diarahkan harus melakukan apa-apa agar usulan ini segera terealisasi," kata seorang warga Desa Kedaton yang minta tak disebut namanya.

Jumat (7/11), salah seorang sesepuh masyarakat Desa Kedaton di Jakarta H Zakir Yazid Abuyazid membenarkan, masyarakat Desa Kedaton menginginkan desa mereka dijadikan kecamatan.

"Kami yang di Jakarta ini memberikan dukungan penuh atas keinginan sanak-saudara di Dusun. Kami siap memfasilitasi dan membantu dari Pusat, bila ada hambatan di daerah," katanya.

Hal senada diungkapkan tokoh pemuda Kedaton di Jakarta Dar Ma. Menurutnya, dari jumlah desa sudah terpenuhi. Desa- desa yang akan masuk Kecamatan (Pemekaran) Kedaton adalah Desa Bunglai, Desa Kedaton Timur, Desa Kedaton,  Desa Rantau Panjang, Desa Kampai, Desa Sukapindah, Desa Lubuk Kemiling, dan Desa Sinar Kedaton.

"Total penduduk di delapan desa itu lebih dari sepuluh ribu jiwa. Lahan untuk kantor camat sudah siap, luasnya 5 hektar," kata Dar Ma.
Diberdayakan oleh Blogger.

BERITA TERBARU

Followers

Popular Posts

IKLAN

Pasang iklan disini

Our Facebook Page